Kamis, 29 September 2022

4.5 Mengonversi Teks Prosedur Kompleks ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks yang baik secara lisan maupun tulisan.

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah                                   : SMK Pasundan 3 Bandung

Mata Pelajaran                        : Bahasa Indonesia

Kelas/ Semester                       : X / II

Alokasi Waktu                        : 4 X 45 Menit

 

A.    Kompetensi inti

KI 3 :Memahami, menerapkan dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 :Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan.

 

B.     Kompetensi Dasar dan Indikator

Kompotensi Dasar

Indikator

4.5  Mengonversi teks prosedur kompleks ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks yang baik secara lisan maupun tulisan.

4.4.1        Menentukan struktur teks prosedur kompleks

4.4.2        Menentukan ciri teks prosedur kompleks

4.4.3        Menentukan kaidah ke-bahasaan teks prosedur kompleks

4.4.4        Mengubah teks prosedur kompleks menjadi lebih menarik sesuai dengan struktur, ciri dan kaidah kebahasaannya

 

C.    Tujuan Pembelajaran

1.      Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran mengenai teks prosedur kompleks, peserta didik dapat menunjukkan rasa syukur atas keberadaan bahasa Indonesia yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi, hiburan dan kritik sosial.

2.      Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran mengenai teks prosedur kompleks, peserta didik dapat menunjukkan sikap tanggung jawab, peduli, dan santun dalam menggunakan bahasa Indonesia.

3.      Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran mengenai teks prosedur kompleks, peserta didik dapat memahami struktur isi, ciri-ciri, kaidah, dan unsur-unsur dalam teks prosedur kompleks.

4.      Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran mengenai teks prosedur kompleks, peserta didik dapat mengonversi teks, istilah dan ungkapan yang terdapat dalam teks prosedur kompleks.

 

D.    Materi Pembelajaran

1.      Pengertian mengonversi

Menurut KBBI, Mengonversikan adalah v mengubah atau menukar: ia mempersilakan nasabah-dolar yang sudah terkumpul ke rupiah.

2.      Pengertian teks prosedur kompleks

Teks prosedur kompleks adalah teks yang berisi langkah-langkah penjelasan untuk menyelesaikan suatu sesuai dengan tujuan.

3.      Struktur teks prosedur kompleks

a.       Tujuan, berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur kompleks tersebut atau hasil akhir yang akan dicapai (dapat berupa judul).

b.      Material, berisi informasi tentang alat atau bahan yang dibutuhkan, namu tidak semua teks prosedur kompleks terdapat bagian ini (umumnya terdapat resep masakan).

c.       Langkah-langkah, berisi cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Bagian ini biasanya tidak dapat diubah urutannya.

4.      Ciri-ciri teks prosedur kompleks

a.       Berisikan langkah-langkah

b.      Disusun secara informative

c.       Dijelaskan secara mendetail

d.      Bersifat objektif

e.       Langkah berkelanjutan dengan penjelasam

f.       Menggunakan pilihan/syarat

g.      Bersifat universal

h.      Bersifat aktual

i.        Bersifat logis

5.      Kaidah kebahasaan teks prosedur kompleks

a.       Konjungsi, terdapat banyak konjungsi pada teks prosedur kompleks yang menyatakan waktu (kegiatan), seperti kemudian, setelah itu, lalu, dan selanjutnya. Kata-kata seperti itu hadir sebagai konsekuensi dari langkah-langkah penggunaan sesuatu yang bersifat kronologis.

b.      Kata kerja imperatif (perintah), pada teks prosedur kompleks banyak dijumpai kalimat perintah. Konsekuensi dari penggunaan kalimat perintah, banyak pula pemakaian kata kerja imperative, yakni kata yang menyatakan perintah, keharusan, atau larangan.

c.       Verba material dan tingkah laku, verba material merupakan yang mengacu pada tindakan fisik sedangkan verba tingkah laku adalah tindakan yang dilakukan dengan ungkapan.

d.      Partisipan manusia, dalam segi partisipan manusia secara umum kita cukup memeriksa apakah pada teks prosedur kompleks yang kita sunting terdapat partisipan manusia dan partisipan manusianya bukan secara khusus.

 

E.     Pendekatan, Metode dan Model Pembelajaran

1.      Pendekatan : Scientific

2.      Metode : Discovery learning

3.      Model : Diskusi

 

F.     Media Pembelajaran

Media : Papan tulis dan teks prosedur kompleks

 

G.    Langkah-Langkah Pembelajaran

KEGIATAN

DESKRIPSI

ALOKASI WAKTU

Pendahuluan

1.      Guru mengondisikan kelas

a.       Mengucapkan salam

b.      Memandu doa

c.       Mengabsen peserta didik

d.      Mengecek kelas

2.      Apersepsi

3.      Siswa menyimak informasi tentang keterkaitan pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran yang akan dilaksanakan

4.      Siswa menyimak informasi kompetensi, tujuan, materi, dan langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan

5.      Siswa mengerjakan soal pretest secara individual

10 menit

Inti

 

1.    Siswa diarahkan untuk membentuk kelompok dengan anggota 4 orang

2.    Siswa membaca teks prosedur kompleks yang telah ditentukan berkelompok

3.    Siswa masing-masing kelompok disuruh menentukan struktur dalam teks prosedur kompleks yang telah ditentukan

4.    Siswa masing-masing kelompok disuruh menentukan ciri-ciri dalam teks prosedur kompleks yang telah ditentukan

5.    Siswa masing-masing kelompok disuruh menentukan kaidah kebahasaan dalam teks prosedur kompleks yang telah ditentukan

6.    Siswa menanyakan struktur, ciri dan kaidah kebahasaan dalam teks prosedur kompleks

7.    Siswa menerima penjelasan tentang struktur, ciri dan kaidah kebahasaan dalam teks prosedur kompleks

8.    Siswa masing-masing kelompok men-diskusikan struktur, ciri dan kaidah kebahasaan dalam teks prosedur kompleks

9.    Siswa masing-masing mencatat struktur, ciri dan kaidah kebahasaan dalam teks prosedur kompleks

10.  Siswa diarahkan untuk membuat teks prosedur kompleks yang telah ditentukan secara menarik sesuai dengan struktur, ciri dan kaidah kebahasaan

160 menit

Penutup

1.    Guru dan siswa bersama menyimpulkan hasil kegiatan pembelajaran

2.    Siswa melakukan post-test secara individual

3.    Guru merencanakan tindak lanjut pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya

4.    Guru menutup pembelajaran dengan meminta siswa memimpin doa kemudian guru mengucapkan salam

10    Menit

 

 

H.    Penilaian Proses dan Hasil Belajar

1.      Pedoman Penilaian Sikap

Tabel 3.1

No.

Nama Siswa

Religius

Jujur

Tanggung Jawab

Santun

Skor

Nilai

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

1

2

3

4

 

 

 

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

dst.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Keterangan:

BT (belum tampak) jika sama sekali tidak menunjukan usaha sungguh-sunguh dalam menyelesaikan tugas (skor: 1).

MT (mulai tampak) jika menunjukan sudah ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas tetapi masih sedikt dan belum ajeg/konsisten (skor:2).

MB (mulai berkembang) jika menunjukan ada usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas yang cukup sering dan mulai ajeg/konsisten (skor: 3).

MK (membudaya) jika menunjukan adanya usaha sungguh-sungguh dalam menyelesaikan tugas secara terus-menerus dan ajeg/konsisten (skor: 4).

2.      Format Penilaian Proses Pembelajaran

Tabel 3.2

No

Nama siswa

Menghargai orang lain

Disiplin

Akt-ivitas

Kerjasama

komunikasi

skor

1

 

 

 

 

 

 

 

2

 

 

 

 

 

 

 

3

 

 

 

 

 

 

 

Dst

 

 

 

 

 

 

 

 

              Keterangan:

              Skor 5 (sangat baik)              skor 2 ( cukup)

              Skor 4 (baik)                         skor 1 (kurang)

              Skor 3 ( cukup baik)

3.      Format Penilaian Hasil

Tabel 3.3

Pedoman Penilaian Hasil Pembelajaran

No.

Aspek yang dinilai

Bobot

Skor

Nilai

1

2

3

4

5

1

Ketepatan menentukan struktur teks prosedur kompleks

     5

 

 

 

 

 

 

2

Ketepatan menentukan ciri-ciri teks prosedur kompleks

5

 

 

 

 

 

 

3

Ketepatan menentukan kaidah kebahasaan teks prosedur kompleks

5

 

 

 

 

 

 

 

Total Skor

20

     

 

            Keterangan:

            5 = jika siswa menjelaskan dengan sangat tepat

            4 = jika siswa menjelaskan dengan tepat

            3 = jika siswa menjelaskan cukup tepat

            2 = jika siswa menjelaskan kurang tepat

            1 = jika siswa menjelaskan tidak tepat

I.       Sumber Belajar

1.      Kemendikbud.(2013). Buku Siswa Bahasa Indonesia Ekspresi Diri dan Akademik SMA/SMK/MA/ MAK kelas X.

2.      Depdiknas. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia, Penerbit Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

3.      Mardia, S dkk. (2013). Buku lembar aktivitas peserta didik (BLAPD) mandiri dalam aktivitas belajar bahasa indonesia (MANDALABIA), Bandung.  Puri Cipageran Indah I.

 

 

Mengetahui,

Bandung, April 2017

Dosen Luar Biasa

Praktikan,

 

 

 

Taufik Faturohman, S.Pd.

Rio Pratama

 

Mengetahui,

Kepala SMK Pasundan 3 Bandung

 

 

Drs. Agus Jumaedi, M.Si.

NIP. 196008121988111001

 

Sabtu, 24 September 2022

PROPOSAL KEGIATAN LITERASI SEKOLAH

 

1.1              LATAR BELAKANG

Membangun gerakan literasi sekolah berperan penting dalam kehidupan masyarakat yang hidup diabad pengetahuan saat ini. Menurut Kemendikbud (2016: 2) adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas, antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis dan berbicara. Literasi menjadi sarana peserta didik dalam mengenal, memahami, dan menerapkan ilmu yang didapatkan di bangku sekolah. Literasi juga terkait dengan kehidupan peserta didik, baik di rumah maupun di lingkungan sekitarnya. Untuk itu literasi tidak dapat dipisahkan dengan dunia pendidikan. Gerakan literasi sekolah merupakan suatu usaha atau kegiatan yang bersifat partisipatif dengan melibatkan warga sekolah (peserta didik, guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, pengawas, komite sekolah, orang tua/wali murid peserta didik) dan pemangku kepentingan di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Meengah Kemnentrian Pendidikan dan Kebudayaan. Gerakan literasi sekolah diperkuat dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015.

Salah satu kegiatan di dalam gerakan literasi di SMK N 1 Manggar adalah program membaca pemahaman  dan mading sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik dan meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Berbagai keunggulan dan daya tarik sumber bacaan media cetak melalui mading sekolah.. Program ini dikakukan sejak tahun 2020, sehingga sudah berjalan sekitar 2 tahun. Kegiatan membaca bersama dilakukan setiap hari jumat dengan membaca hasil madding yang diterbitkan. Membaca merupakan kunci dari sebuah ilmu, melalui membaca kita dapat memahami apa yang belum kita mengerti sebelumnya. Membaca suatu kebutuhan bagi setiap individu baik muda mupun tua. Maka dari itu perlu diperkenalkan budaya literasi sejak dini. Orang tua dalam hal ini memegang peran penting, karena anak akan belajar dari lingkungan keluarga, dan orang tua lah yang berkewajiban memberikan pengetahuan kepada anaknya dalam hal ini tentunya membaca. Penerapan jam baca rutin dilaksanakan di sekolah-sekolah akan memberikan dampak positif bagi peningkatan perilaku membaca anak bangsa di masa yang akan datang. Namun, dalam penerapannya tidak hanya membutuhkan partisipasi dari para siswa, tetapi juga membutuhkan kerja sama. Bentuk gerakan literasi yang dilakukan secara kolektif di SMK N 1 Manggar melalui membaca pemahaman dan ekstarkurikuler mading, membaca sebagai bentuk dalam meningkatkan minat dan kemampuan membaca, selain dari media cetak siswa dapat dibiasakan sejak dini untuk mengunjungi perpustakaan. Selain dampak besar dalam perkembangan minat dan kemapuan membaca siwa, perpustakaan juga merupakan alternatif yang efektif dan efisien. Seperti yang telah diterapkan oleh SMK N 1 Manggar yaitu program Membaca pemahaman dan ekstarkurikuler mading. Program tersebut mulai diterapkan pada ajaran 2020/2021. Penerapan program Membaca pemahaman dan ekstarkurikuler mading dilaksanakan di sekolah agar memberikan dampak positif bagi peningkatan perilaku membaca anak bangsa di masa yang akan datang. Namun, dalam penerapannya tidak hanya membutuhkan partisipasi dari para siswa, tetapi juga membutuhkan kerja sama dari kepala sekolah, guru, dan petugas perpustakaan.

1.2  TEMA KEGIATAN

Melalui kegiatan membaca pemahaman dan ekstarkurikuler mading  SMK N 1 Manggar memiliki tema “Membaca adalah kunci masa depan”.

1.3  TUJUAN KEGIATAN

Berikut tujuan diadakannya kegiatan membaca pemahaman dan ekstarkurikuler mading  SMK N 1 Manggar :

1.      Mengenali potensi diri siswa setelah membaca

2.      Menikmati keindahan yang terkandung dalam bacaan

3.      Menghubungkan pengetahuan baru dengan schemata seseorang.

4.      Memberikan kesempatan kepada seseorang melakukan eksperimentasi untuk meneliti sesuatu yang dipaparkan dalam suatu teks bacaan

5.      Menumbuhkan motivasi, semangat, dan cara belajar efektif sebagai siswa.

6.      Menumbuhkan sikap dan membiasa siswa untuk lebih sering membaca

1.4  JENIS KEGIATAN

No

Hari/ Minggu Ke-

Jam

Kegiatan

1.

Jumat/ Minggu ke 1

08.00 – 11.00 WIB

1.      Penentuan Tema

2.      Wawancara narasumber

3.      Proses pembuatan Mading

4.      Finishing Mading

5.      Mading terbit

6.      Terbit di sekolah dan di blog

 

2.

Jumat/Minggu ke 2

08.00 – 11.00 WIB

1.      Peserta didik perwakilan per-kelas membaca di perpustakaan

2.      Membaca pemahaman tentang madding

3.      Mengkaitkan Mading dengan bacaan yang sedang di baca,

4.      Berpendapat tentang madding dan bacaan yang dibaca

3.

Jumat/Minggu ke 3

08.00 – 11.00 WIB

1.      Membaca artikel yang sedang tranding

2.      Membuat tulis tanggapan tentang artikel

3.      Menyampaikan kepada ketua madding tulisan yang dibuat

4.      Ketua madding menentukan tema yang akan di bahasa di madding selanjutnya

4.

Jumat/Minggu ke 4

08.00 – 11.00 WIB

1.      Bersama-sama dengan perwakilan kelas menyiapkan bahan untuk mading

2.      Proses pembuatan Mading

3.      Finishing Mading

4.      Mading terbit

5.      Terbit di sekolah dan di blog

5.

Jumat/Minggu ke 5

08.00 – 11.00 WIB

1.      Persiapan lomba karya sastra

2.      Setiap kelas hanya boleh mengirim 1 wakil

3.      Lomba di mulai, juri yang menilai adalah guru bahasa Indonesia

4.      Pengumuman hasil lomba di madding sekolah dan di blog

5.      Karya juara 1, 2 dan 3 terbit di edisi madding ke 3.

 

1.5  WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Waktu dan tempat pelaksanaan dari kegiatan membaca pemahaman dan ekstarkurikuler mading  adalah:

Hari, Tanggal       : Setiap Hari Jumat (Eskul Mading yang mengarahkan)

Waktu                  : 08.00 WIB – selesai

Tempat                 : Perpustakaan, Lab DG dan Musholla

1.6     PESERTA KEGIATAN

Adapun peserta kegiatan membaca pemahaman dan eskul madding adalah perwakilan dari setiap kelas yang terdiri 1 perwakilan.

1.7     HASIL LOMBA MEMBACA PEMAHAMAN

No

Nama Siswa

Kelas

1.

Elsen Wuiri

XII C TKJ

2.

Christian Halil Muhammad Hakim

X B TKR

 

1.8     PANITIA

1.      Penanggung Jawab


1.9  PENUTUP

Keberhasilan Kegiatan ini sangat tergantung pada partisipasi seluruh komponen sekolah. Oleh karena itu, kami mengharapkan dukungan kepada semua pihak untuk berpartisipasi mensukseskan kegiatan ini.